Fakta Menarik Sejarah Asuransi di Dunia dan di Indonesia

Dari Kode Hammurabi di Babilonia hingga lahirnya BPJS Kesehatan, konsep asuransi telah berkembang ribuan tahun sebelum menjadi industri modern seperti sekarang di Indonesia.

Kesadaran masyarakat modern akan pentingnya asuransi bukanlah hal yang muncul begitu saja. Konsep berbagi risiko ini ternyata sudah dipraktikkan manusia sejak ribuan tahun lalu, jauh sebelum industri asuransi terbentuk seperti yang kita kenal saat ini. Menelusuri jejak sejarahnya bisa membantu kita memahami mengapa asuransi menjadi kebutuhan yang begitu mendasar hingga hari ini.

Awal Mula Konsep Asuransi di Dunia

Cikal bakal asuransi dapat ditelusuri hingga peradaban kuno, jauh sebelum istilah “asuransi” itu sendiri dikenal.

Kode Hammurabi, sekitar 1750 SM

Peninggalan hukum dari Kerajaan Babilonia ini mencatat praktik para pedagang yang membayar sejumlah uang sebagai jaminan atas barang dagangan yang diangkut kapal. Jika kapal tersebut dirampok atau hilang, jaminan itu akan membebaskan mereka dari kewajiban membayar pinjaman. Praktik inilah yang oleh banyak sejarawan dianggap sebagai akar paling awal dari konsep asuransi.

Peradaban Yunani dan Romawi, sekitar 600 SM

Masyarakat Yunani dan Romawi Kuno mulai menawarkan skema yang menyerupai asuransi jiwa dan kesehatan, di mana warga membayar iuran dengan imbalan jaminan perawatan bagi keluarga yang ditinggalkan jika kepala keluarga meninggal.

Anatolia, sekitar 1200 SM

Di wilayah Anatolia, muncul bentuk asuransi yang dijamin langsung oleh negara. Para pedagang membayar semacam premi kepada kas negara, dan sebagai gantinya negara akan mengganti kerugian yang mereka alami.

Genoa, 1347

Kontrak asuransi yang berdiri sendiri, tanpa terikat pada perjanjian pinjaman, pertama kali muncul di Genoa. Momen ini menjadi titik balik penting karena memisahkan produk asuransi dari produk pembiayaan, membuka jalan bagi perkembangan industri asuransi modern.

Kebakaran Besar London, 1666

Bencana kebakaran dahsyat yang menghanguskan lebih dari 13.000 bangunan di Inggris mendorong ekonom Nicholas Barbon menciptakan produk asuransi kebakaran pertama di dunia, sebuah tonggak yang mengubah cara masyarakat memandang perlindungan atas properti.

Amerika Serikat, 1732

Perusahaan asuransi pertama di Amerika Serikat berdiri di Carolina Selatan, awalnya menawarkan asuransi kebakaran sebelum akhirnya memperluas lini produknya ke asuransi jiwa pada abad ke-19.

Perjalanan Asuransi di Indonesia

Industri asuransi di Tanah Air juga memiliki sejarah panjang yang tidak kalah menarik untuk diketahui.

Era Kolonial, 1843

Perusahaan asuransi pertama di Indonesia didirikan oleh pihak Belanda di Jakarta, awalnya melayani kebutuhan asuransi bagi sektor perkebunan dan perdagangan milik warga Belanda. Kehadirannya kemudian mendorong berdirinya sejumlah perusahaan asuransi lain dengan segmen serupa.

Kebangkitan Asuransi untuk Pribumi, 1912

Terinspirasi dari perusahaan asuransi milik Belanda, sejumlah tokoh pergerakan nasional mendirikan perusahaan asuransi yang secara khusus menyasar masyarakat pribumi. Inisiatif ini kelak menjadi cikal bakal salah satu perusahaan asuransi jiwa bersama tertua di Indonesia yang masih beroperasi hingga sekarang.

Pasca Kemerdekaan

Setelah 1945, sejumlah perusahaan asuransi peninggalan Belanda dinasionalisasi menjadi badan usaha milik negara. Pemerintah kemudian juga mendirikan lembaga-lembaga asuransi khusus, seperti program pensiun bagi pegawai negeri, asuransi bagi anggota TNI dan Polri, hingga jaminan sosial ketenagakerjaan bagi karyawan swasta.

Era Regulasi dan Modernisasi, 1980-an ke atas

Sejak 1980-an, jumlah perusahaan asuransi swasta di Indonesia terus bertambah, diiringi dengan terbitnya berbagai regulasi resmi yang mengatur industri perasuransian secara lebih rinci. Menariknya, industri ini justru semakin berkembang pesat setelah krisis moneter 1998. Puncaknya, pada 2014 pemerintah meluncurkan BPJS Kesehatan sebagai jaminan kesehatan nasional bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Belajar dari Sejarah untuk Melangkah ke Depan

Perjalanan panjang ini menunjukkan bahwa kebutuhan manusia akan perlindungan dari risiko sudah ada sejak lama, dan terus berevolusi mengikuti perkembangan zaman. Kini, industri asuransi modern hadir dengan produk yang jauh lebih beragam dan mudah diakses. Sebagai mitra resmi Allianz Indonesia, MitraVision melanjutkan semangat tersebut dengan menghadirkan solusi proteksi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat Indonesia masa kini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *