Memiliki asuransi kesehatan adalah kebutuhan dasar yang seharusnya tidak ditunda-tunda lagi. Baik melalui program pemerintah seperti BPJS Kesehatan maupun produk asuransi kesehatan swasta, keduanya sama-sama memberikan lapisan perlindungan finansial saat Anda membutuhkan perawatan medis. Meski begitu, proses pembuatan kedua jenis asuransi ini memiliki alur dan persyaratan yang berbeda. Berikut panduan lengkapnya.
Langkah Mendaftar BPJS Kesehatan
1. Pendaftaran Secara Online
Mendaftar BPJS Kesehatan kini bisa dilakukan tanpa harus datang ke kantor cabang. Berikut tahapannya:
- Unduh aplikasi Mobile JKN, lalu pilih menu pendaftaran peserta baru.
- Setujui syarat dan ketentuan yang berlaku di aplikasi.
- Siapkan dokumen pendukung berupa NIK, Kartu Keluarga, dan nomor rekening bank aktif.
- Lengkapi data diri, mulai dari nama, tempat tanggal lahir, status pernikahan, hingga domisili.
- Pilih kelas perawatan serta Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdekat dari tempat tinggal.
- Setelah data lengkap, konfirmasi pendaftaran akan diproses dan nomor virtual account untuk pembayaran dikirim melalui email.
Pembayaran iuran pertama wajib dilakukan paling cepat 14 hari dan paling lambat 30 hari setelah pendaftaran. Kartu BPJS Kesehatan akan terbit maksimal 6 hari setelah pembayaran, atau bisa langsung diunduh melalui aplikasi.
2. Pendaftaran Secara Offline
Bagi yang lebih nyaman mendaftar langsung, kunjungi kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat, isi formulir data diri, pilih kelas perawatan dan FKTP, lalu lengkapi nomor telepon, email aktif, dan rekening bank. Setelah mengambil nomor antrean dan dilayani petugas, Anda akan menerima nomor virtual account untuk pembayaran iuran pertama dengan ketentuan waktu yang sama seperti pendaftaran online.
Langkah Membuat Asuransi Kesehatan Swasta
Berbeda dari BPJS Kesehatan, proses pembuatan asuransi kesehatan swasta melibatkan proses seleksi produk dan konsultasi yang lebih personal. Berikut tahapan umumnya.
1. Menentukan Produk yang Sesuai Kebutuhan
Bandingkan berbagai produk asuransi kesehatan yang tersedia di pasaran, mulai dari manfaat, besaran premi, hingga ketentuan polisnya. Pastikan produk yang dipilih benar-benar cocok dengan kebutuhan kesehatan dan kemampuan finansial Anda.
2. Konsultasi dengan Agen Asuransi
Setelah menemukan produk yang diminati, lakukan konsultasi dengan agen resmi untuk memahami cakupan manfaat, prosedur klaim, dan ketentuan polis secara lebih detail sebelum memutuskan membeli.
3. Mengisi Formulir Aplikasi
Isi formulir pengajuan dengan data yang jujur dan akurat, termasuk riwayat kesehatan bila diminta. Informasi yang tidak sesuai fakta berisiko menyulitkan proses klaim di kemudian hari.
4. Menentukan Jangka Waktu dan Besaran Premi
Pilih periode pembayaran premi serta nominal yang sesuai dengan kondisi finansial Anda saat ini maupun proyeksi ke depan.
5. Membayar Premi Secara Rutin
Langkah terakhir adalah membayar premi sesuai jadwal yang disepakati agar polis tetap aktif dan manfaat proteksi tidak terputus.
Pilih Proteksi yang Sesuai Kebutuhan Anda
Baik BPJS Kesehatan maupun asuransi kesehatan swasta sama-sama memiliki peran penting sebagai jaring pengaman finansial. Idealnya, keduanya bisa saling melengkapi: BPJS Kesehatan sebagai proteksi dasar, dan asuransi swasta sebagai lapisan tambahan untuk cakupan yang lebih luas dan fleksibel.
Jika Anda berencana melengkapi proteksi dengan asuransi kesehatan swasta, MitraVision selaku mitra resmi Allianz Indonesia siap membantu Anda memilih produk yang paling sesuai. Tim konsultan kami akan menjelaskan manfaat, premi, dan prosedur klaim secara transparan agar Anda bisa mengambil keputusan dengan lebih percaya diri.




