BPJS Kesehatan adalah program jaminan kesehatan nasional yang sangat membantu masyarakat Indonesia, termasuk dalam menanggung sebagian besar biaya pengobatan penyakit kritis seperti kanker, gagal ginjal, jantung, dan stroke. Namun penting dipahami bahwa BPJS bekerja dengan sistem plafon, prosedur berjenjang, dan formularium obat tertentu — yang dalam praktiknya bisa membuat pasien tetap menanggung sebagian biaya sendiri.
Beberapa Keterbatasan yang Umum Ditemui
- Prosedur rujukan berjenjang — pasien harus melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama sebelum bisa dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap, yang bisa memakan waktu saat kondisi butuh penanganan cepat.
- Obat dan tindakan di luar formularium nasional — tidak semua obat atau metode pengobatan terbaru otomatis ditanggung, tergantung status di daftar obat yang berlaku.
- Kelas perawatan sesuai iuran — fasilitas kamar dan sebagian layanan penunjang mengikuti kelas kepesertaan, yang bisa berbeda dari preferensi pasien.
- Biaya di luar medis — kehilangan penghasilan selama menjalani pengobatan jangka panjang, transportasi, dan pendamping pasien umumnya tidak termasuk cakupan BPJS.
Kenapa Perlu Proteksi Tambahan?
Penyakit kritis seringkali membutuhkan perawatan bertahun-tahun. Kombinasi BPJS Kesehatan sebagai jaring pengaman dasar dan asuransi penyakit kritis swasta sebagai pelengkap dapat menutup celah biaya yang tidak tercakup — termasuk memberi dana tunai yang bisa dipakai bebas untuk kebutuhan apa pun selama masa pemulihan.
Ini bukan berarti BPJS tidak penting — justru sebaliknya, BPJS tetap menjadi fondasi utama jaminan kesehatan. Asuransi swasta berperan sebagai pelengkap agar keluarga tidak perlu mengorbankan tabungan atau aset saat menghadapi penyakit kritis.
Rencanakan Kombinasi yang Tepat
Setiap keluarga punya kebutuhan berbeda. Tim MitraVision Agency dapat membantu Anda memetakan kombinasi BPJS dan asuransi swasta yang paling efisien sesuai kondisi dan budget Anda.
Lihat produk Asuransi Sakit Kritis MitraVision atau ajukan proposal.




