Saat hendak membeli asuransi kesehatan, tidak sedikit calon nasabah wanita yang terkejut mendapati premi yang harus mereka bayarkan lebih besar dibanding rekan pria dengan profil serupa. Fenomena ini memunculkan pertanyaan yang cukup sering muncul, yakni mengapa premi wanita bisa lebih mahal padahal secara statistik pria justru lebih sering mengalami kecelakaan.
Ternyata, perbedaan ini bukan tanpa dasar. Ada sejumlah faktor risiko dan kebutuhan medis spesifik yang membuat perhitungan premi wanita berbeda dari pria. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Alasan di Balik Premi Wanita yang Lebih Tinggi
Meski data menunjukkan pria lebih rentan mengalami kecelakaan, kenyataannya hal tersebut tidak lantas membuat premi asuransi kesehatan pria menjadi lebih mahal. Salah satu rujukan yang sering dikutip adalah laporan National Woman’s Law Center tahun 2012, yang menjelaskan bahwa perbedaan premi ini erat kaitannya dengan kebutuhan perlindungan medis khusus yang hanya dialami wanita, seperti kehamilan dan persalinan.
Selain itu, laporan yang sama juga mencatat bahwa wanita perokok cenderung dikenakan premi lebih mahal dibanding pria perokok. Faktor lain datang dari hasil survei Louis Harris and Associates terhadap ribuan responden pria dan wanita, yang menemukan bahwa frekuensi kunjungan wanita ke dokter tiga kali lebih sering dibanding pria. Kebiasaan ini pun tidak lepas dari kecenderungan wanita yang umumnya lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya sendiri, sehingga lebih sering melakukan pemeriksaan medis.
Faktor Lain yang Menentukan Besaran Premi Asuransi Kesehatan
Selain jenis kelamin, ada beberapa faktor lain yang turut memengaruhi besar kecilnya premi asuransi kesehatan seseorang.
1. Gaya Hidup dan Riwayat Kesehatan
Kebiasaan sehari-hari dan rekam jejak kesehatan calon nasabah menjadi salah satu penentu terbesar dalam perhitungan premi. Perokok aktif misalnya, umumnya dikenakan premi lebih tinggi karena kebiasaan tersebut dianggap meningkatkan risiko berbagai penyakit. Hal serupa berlaku bagi calon nasabah dengan berat badan berlebih, maupun mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis atau bawaan.
2. Usia Saat Mendaftar
Perusahaan asuransi juga mempertimbangkan usia calon nasabah ketika mengajukan polis. Semakin tinggi usia seseorang saat mendaftar, umumnya semakin besar pula premi yang dibebankan. Ini karena risiko kesehatan cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, berbeda dengan mereka yang mendaftar sejak usia muda dan masih dalam kondisi produktif.
3. Jenis Pekerjaan dan Tingkat Pendapatan
Profesi dengan tingkat risiko tinggi, seperti pekerja tambang atau penerbangan, biasanya dikenakan premi lebih mahal karena potensi kecelakaan kerja yang lebih besar. Selain jenis pekerjaan, besaran pendapatan calon nasabah juga sering menjadi pertimbangan dalam penentuan premi. Meski begitu, setiap calon nasabah tetap disarankan memilih produk dengan premi yang realistis sesuai kemampuan finansial masing-masing, bukan sekadar mengikuti tren atau rekomendasi orang lain.
Memahami Perbedaan Premi Bukan Berarti Menghindari Proteksi
Perbedaan besaran premi antara wanita dan pria sejatinya mencerminkan bagaimana perusahaan asuransi menghitung risiko secara adil berdasarkan data aktuaria, bukan bentuk diskriminasi. Justru dengan memahami faktor-faktor ini, calon nasabah wanita bisa lebih bijak memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan perlindungan spesifiknya, termasuk manfaat kehamilan dan persalinan jika diperlukan.
Jika Anda ingin mengetahui simulasi premi yang sesuai dengan profil dan kebutuhan Anda, tim MitraVision sebagai mitra resmi Allianz Indonesia siap membantu memberikan rekomendasi produk asuransi kesehatan yang tepat. Konsultasikan kebutuhan proteksi Anda bersama agen profesional kami agar Anda mendapatkan perlindungan optimal dengan premi yang sepadan.




